Orang Paling Keren
oleh Budi Rahardjo
Alur tulisan, diskusi, posting, blog entry, dan sejenisnya yang berjudul "Orang Paling Keren" dimulai dari tantangan kelompok Multi Level Marketing (MLM) untuk "memanipulasi" hasil search engine. Intinya adalah siapa yang paling atas posisinya dialah yang menang. (Lihat artikel orang paling keren di blog saya.) Setelah saya pikir-pikir, nampaknya topik "orang paling keren" menarik juga untuk dibahas dalam sebuah tulisan yang lebih serius. Thus, this article.
Tulisan ini bukan bermaksud mengatakan bahwa saya adalah orang yang paling keren, tapi sekedar untuk mengutarakan pendapat saja. Kalau ditanya tentang orang yang paling keren, saya juga bingung. Siapa ya? Lalu, keren dari sudut pandang apa ya? Uang? Gaya hidup? Wajah? Tampilan? Kelakuan? Atau apa? (Sayang artikel ini bukan sebuah entry blog yang bisa diberi komentar. Jika Anda ingin memberi komentar, silahkan lihat tulisan saya tentang orang paling keren di wordpress. Lihat link di bawah.)
Dalam pandangan saya, orang menilai kekerenan seseorang dari penampilannya. Ada yang dibilang keren karena kecantikan atau kegantengannya. Biasanya bintang film masuk ke kategori yang ini. Kalau sudah tua dan keriput apakah dia masih dianggap keren? Entahlah. Jadi jangan menganggap kecantikan atau kegantengan bagian dari keren.
Ada yang keren karena dandanannya yang aduhai, wah, perlente (apa lagi
istilah yang cocok untuk ini?).
Kalau pagi-pagi habis bangun tidur, baru kelihatan aslinya.
Oh My God! That's what you look like? Ha ha ha.
Alamak! Takut aku!
Ada yang dianggap orang paling keren karena mobil yang dikendarainya (meskipun bukan mobil miliknya alias pinjaman, ha ha ha). Ini serius lho. Pernah pada suatu saat saya pakai mobil yang agak "keren". Satpam dan tukang parkir di sebuah hotel (di Jakarta), sangat menghargai. Sementara itu ada yang mengendarai mobil yang dianggap "tidak keren" tidak terlalu dilayani. Padahal, secara nilai (harga), mobil orang tersebut berharga 3 atau 5 kali harga mobil yang saya kendarai. Jadi memang benar ada yang menilai kekerenan berdasarkan kendaraan yang digunakan. Mudah-mudahan kita tidak ikutan jalur ini.
Ada yang dianggap orang paling keren karena kelakuan negatifnya (dare devil). Misalnya, ada anak-anak yang menganggap orang yang merokok itu keren. Eh, ini serius. Orang tahu bahwa rokok itu tidak keren, tapi orang tetap menganggap bahwa orang yang merokok itu keren. Itulah sebabnya tulisan kecil (disclaimer) yang ada di iklan rokok (yang mengatakan bahwa rokok dapat mengakibatkan berbagai penyakit) tidak dianggap. Yang penting adalah orangnya kereeeeenn. Sayang sekali ya?
Apa lagi ya? Duittt... yang ini nggak usah dibahas.
Jadi bagaimana dengan kita-kita ini yang biasa-biasa saja? Nampaknya kita bukan termasuk orang yang paling keren. Biarin! Yang penting kita bahagia. Buat apa dianggap keren tapi kita menderita. Ya nggak?
Oh ya, agar jelas saja, saya tidak mengikuti kontes tersebut karena saya tidak ikutan (dan tidak tertarik dengan) MLM. Saya tidak tertarik dengan hadiahnya. (Bagi pemenangnya, traktir ya!) Tulisan ini hanya sekedar renungan saja. (Eh, kalau menang lomba MLM itu keren nggak ya?)
